Review Lengkap Interior Chevrolet Trax LTZ 1.4 Turbo AT

Desain interior Trax sebetulnya tak buruk, cenderung sederhana dengan minim tarikan garis yang berani dan dinamis serta ada sedikit rasa mewah mencuat dari desainnya. Untuk material, sama seperti mobil lain di kelasnya, ia masih mengandalkan plastik. Bila, plastik di dashboard Trax rasanya bukan plastik murahan, karena terdengar tebal ketika diketuk dan tak mudah goyang. Fit dan finishing-nya bahkan patut diacungi jempol, ini figur mobil dengan kualitas buatan yang baik.

Demikian pula jok Trax, ia sama seperti Ford Fiesta dan Ecosport yang mengombinasikan bahan fabric dan kulit sintetis. Tepat anda jadi pengemudi Trax, dipastikan bakal banyak memandang banyak tombol di setir, termasuk tombol cruise control, voice command, kontrol audio dan telepon. Setirnya telah dilapis dengan bahan kulit, dan di balik setirnya terpasang panel instrumen yang desainnya mirip dengan Bajaj Puls… Eh, maksudnya Chevrolet Aveo dan Spin.

Sama seperti Spin juga, panel instrument Trax ini telah computerized dan bisa dikendalikan-atur sesuka hati dengan mengaplikasikan tuas di kolom setir. Salah satu menunya ialah unit set yang bermanfaat untuk mengubah satuan, seumpama dari km/h menjadi mph, celcius jadi fahrenheit dan lain-lain. Fitur ini mungkin akan jarang terpakai meski lumayan buat iseng, tapi yang pasti MID-nya akan terpakai oleh pengemudi untuk mencari tahu konsumsi BBM, sisa jarak tempuh dan lain-lain.

Setir Trax amat fleksibel, karena bisa dikendalikan tilt ataupun telescopic. Penguasaan di bawah ventilasi AC komponen kanan pengemudi, di situ kita bisa memandang tombol untuk menyalakan lampu mobil, pengatur pencahayaan panel instrumen serta pengatur ketinggian sorot lampu. Sayangnya, tak seperti Ford Ecosport, ia tak punya smart entry ataupun start stop button, jadi menyalakannya masih patut mengaplikasikan anak kunci dari flip key Trax.

Seperti mobil Eropa, tuas seinnya ada di kiri dan tuas wipernya ada di kanan. Tidak jok pengemudi Trax termasuk baik, karena ada sliding, reclining dan height adjuster tapi tak ada lumbar support meski pengatur ketinggian seatbelt tak dihilangkan. Melongok sedikit ke atas, ada tombol untuk membuka sunroof elektrik di dekat tombol lampu, tapi penutup sunroof-nya masih patut dioperasikan gunakan otot alias manual. Spion tengah dengan auto dimming ialah fasilitas bawaan Trax LTZ.

Beralih ke tengah sedikit, di sini ada fitur yang lumayan menarik, ialah head unit Chevrolet MyLink untuk Trax LTZ. Dengan mekanisme layar sentuh 7 inci, Trax memasarkan Siri Eyes Tetapi Voice Command sebagai tenaga tariknya, terutamanya untuk pengguna iPhone dan iPod. Pengguna telpon pintar lain tak perlu resah gulana, karena konektivitas lain masih didukung, ialah dengan bluetooth, Aux-in, USB dan lain-lain.

Bila anda patut terima apabila head unit yang cukup memasarkan ini terbukti tak punya fitur navigasi, termasuk speaker Bose yang ada di spek Korea disunat supaya bisa dijual di Indonesia dengan harga bersaing. Tepat anda masih menyukai mendengar lagu dari CD, CD player cuma ada di Trax LT, tak ada di Trax LTZ. Kelihatan suaranya? Untuk memperdengarkan musik kesukaan suaranya masih baik meski tak sebagus ketika masih ada speaker Bose.

Persis di bawah head unit Trax, ada 3 tombol AC yang terdiri dari pengatur kecepatan AC, arah tiupan dan suhu, tapi belum ada mode Auto seperti Ford Ecosport. Desain tombol AC-nya, masih diputar-putar, tapi tak tampak murahan seperti putaran kompor gas atau mesin cuci. Melihat pula tombol untuk mematikan stability control dan indikator untuk airbag penumpang, serta power outlet 12V di bawah tombol AC berdampingan dengan tombol pengontrolan HDC.

Kami puji Chevrolet dalam mendesain kepraktisan Trax, karena kompartemen penyimpanan di mobil ini banyak sekali, diklaim ada 15 daerah penyimpanan. Glovebox-nya ada 2, meski yang bawah kelihatannya tak semacam itu lega karena format storage-nya tak benar-benar kotak dan tak ada pendingin seperti Ford Ecosport. Di glovebox komponen atasnyalah tersedia port Aux dan USB.

Di komponen tengah dashboard Trax ada 3 storage, ialah di kiri-kanan AC tengah dan di atasnya yang lengkap dengan penutup. Di depan tuas transmisi ada penyimpanan yang lumayan, dan di sekitar rem tangannya ada 4 cup holder. Di komponen atas kanan kepala pengemudi, ada daerah untuk menaruh kacamata, belum termasuk kantong di setiap pintu Trax. Banyak ya? Sayang sih tak ada console box yang lengkap dengan penutup.

Beranjak ke kabin belakang Trax. Konsep low floor – high seating membuat kaki penumpang menghujam ke bawah, jadi meski ruangannya bukan yang paling luas, tak ada ceritanya perasaan sempit, terutamanya bagi mereka yang mengidap claustrophobia karena legroom dan headroom-nya amat layak. Jok belakang Trax didesain friendly untuk memuat 3 orang dengan baik, karena ada 3 headrest sungguhan dan 3 seatbelt 3 spot untuk setiap penumpang.

Sederhana ke komponen tengah bawahnya, ada selling point penting yang bisa membuai konsumen Trax nantinya, ialah colokan listrik yang desain port 3 kakinya sama dengan apa yang ada di tembok rumah, bukan seperti di mobil kebanyakan. Artinya, anda tak perlu repot membeli mobile charger apabila anda ingin mengisi tenaga gadget anda di Trax. Cukup gunakan charger biasa dan tinggal colok saja. Tetapi, tapi amat mempermudah.

Bila apabila anda berada di kabin belakang Trax LT, pasti anda illfeel karena Trax LT tak punya power window di kabin belakang. Iya sih, memang apabila di kota yang panas pasti jarang buka jendela karena lebih sedap gunakan AC, tapi untuk mobil modern pasti itu bakal jadi sedikit unek-unek. Kami rasa lebih baik menghilangkan fitur pemanas spion dan menggantinya dengan power window belakang.

Di balik kedua jok depan Trax, ada kantung yang bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang-barang bawaan. Tepat jok tengah tak diaplikasikan, armrest tengah yang telah menyediakan 2 cup holder bisa diaplikasikan oleh penumpang belakang. Akan tapi, pelipatan jok tengah ini tak sepraktis ultra seat milik HR-V, karena mekanisme pelipatannya sama dengan Daihatsu Sirion atau Nissan Grand Livina. Yah, setidaknya ruang yang diciptakan bisa dibilang rata lantai.

Tidak jok belakang berdiri tegak, kapasitas bagasinya masih tergolong lega, terutamanya apabila dibandingi dengan Nissan Juke. Ogah ada cargo net, tapi kepraktisan Trax masih dipamerkan dengan storage di dinding kiri dan kanan bagasi. di baliknya, tersedia ban serep full size tapi peleknya gunakan pelek kaleng. Bannya juga bukan yang bisa diaplikasikan terus-menerus, tapi temporer alias patut diganti sesudah sekian kilometer dan cuma bisa melaju sampai kecepatan tertentu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*