Cara Mengenali Osteomelitis

Rasa nyeri pada bagian sendi dan disertai demam, terkadang diistilahkan sebagai flu tulang. Melainkan, tidak ada penjelasan yang pasti mengenai variasi penyakit yang satu ini. Sesungguhnya, apakah yang dimaksud dengan flu tulang?

Di dalam dunia medis hakekatnya tidak ada istilah flu tulang. Melainkan, sebagian penyakit seperti Chikungunya dan osteomelitis, tidak jarang disebut sebagai flu tulang. Untuk mengetahui alasan kedua penyakit itu acap kali dianggap flu tulang, ada baiknya Anda mengenali kedua variasi penyakit tersebut.

Berbeda dengan Chikungunya, osteomelitis yang adalah infeksi tulang disebabkan oleh kuman yang menyerang tulang. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga dapat terserang penyakit ini. Umumnya, bagian tulang yang terinfeksi adalah tulang yang memiliki ukuran panjang, seperti tulang kaki dan lengan pada anak-anak, serta tulang kaki, panggul, dan tulang belakang pada orang dewasa.

Keadaan ini terjadi saat tubuh terinfeksi sebagian variasi organisme atau kuman. Salah satunya adalah kuman Staphylococcus aureus. Kuman tersebut masuk ke dalam aliran darah dan menginfeksi bagian tulang tertentu. Infeksi ini juga dapat menyebar melewati aliran darah ke bagian tulang lainnya.

Kuman atau organisme yang menyebabkan osteomelitis dapat masuk ke dalam tubuh dengan pelbagai sistem, dapat dari luka yang dalam, operasi perbaikan fraktur tulang (tulang retak atau patah), atau operasi pergantian pinggul. Osteomelitis biasanya ditandai dengan sebagian gejala, seperti:

  • Nyeri di bagian yang terinfeksi dan munculnya bercak kemerahan, disertai dengan demam dan meriang.
  • Menikmati tidak sedap badan, bagian yang terinfeksi akan menonjol mengering, membengkak, kaku atau mengalami kelumpuhan.
  • Demam dan sakit pada bagian tulang yang adalah bagian dari gejala penyakit ini membuatnya terkadang diistilahkan sebagai flu tulang.

Sekiranya Anda mengalami gejala-gejala yang dianggap sebagai flu tulang, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan menjalankan pemeriksaan yang dibutuhkan untuk mendiagnosis kondisi Anda yang hakekatnya, serta mempertimbangkan penanganan yang tepat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*